Anies Baswedan Geram soal Toa Banjir Rp 4 M

55

Sudut.idAnies Baswedan Geram soal Toa Banjir Rp 4 MGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram jajarannya memilih toa sebagai alat untuk memberi peringatan dini banjir di Jakarta. Dia menilai woro-woro menggunakan cara itu tidak efektif.

“Ini bukan early warning system, ini toa. This is not a system, ini toa,” ujar Anies dalam video yang diunggah dalam akun resmi Pemprov DKI di Youtube, Jumat (6/8/2020).

Pada saat itu, Anies sedang rapat bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membahas pengendalian banjir.

Baca Juga : Nadiem: Jika Terjadi Pemburukan Di Zona Hijau, Pembelajaran Tatap Muka Harus Dihentikan

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu geram lantaran setiap tahunnya, Ibu Kota mengalami banjir, namun sistem yang dijalankan tidak relevan dengan kondisi lapangan. Misalnya saja soal toa seperti yang dicontohkannya.

Pada unggahan video yang berjudul 03 Ags 2020 Rapat Pimpinan: Pengendalian Banjir Bag 3/3, pada menit 10.40, Anies meminta ditampilkan slide.

Pada slide tersebut muncul sebuah gambar yang dinamakan sebagai Disaster Early Warning System (DEWS). Terdapat 24 DEWS dipasang di 14 kelurahan.

Anies Baswedan menanyakan asal alat tersebut. Jajarannya menjawab alat itu didapat dari Jepang sebagai barang hibah.

Baca Juga : Kode Redeem Ff Server Filipina

Anies kemudian mengatakan, Jepang menggunakan alat tersebut sebagai peringatan tsunami. 

Halaman 1 2 3

Berita Terkait
close