Kisah Taaruf Sampai Menuju Jejang Pernikahan

106

Tekape.idTaaruf atau menikah tanpa pacaran kini semakin banyak dilakukan muslimah muda di Indonesia. Dalam ajaran agama Islam, proses taaruf menjadi jalan untuk mendapatkan jodoh.

Salah satu millenial yang mencoba mendapatkan jodoh melalui tahapan taaruf adalah wanita yang dikenal sebagai sociopreneur ini, Amaliah Begum. Pemilik rumah mode muslimah mayya ini mengaku mengenal proses taaruf saat mulai belajar tentang agama Islam dari semua aspek.

“Jadi saya berusaha menerima ajaran-Nya dengan menyeluruh. Jadi saya menantang diri sendiri juga untuk bilang percaya dengan Allah SWT dan Rasullulah SAW, ya dengan konsekuen mengerjakan ajarannya,” katanya Amaliah saat ditemui Wolipop

Amaliah pun menjalani proses taaruf pada awal Februari 2019. Dia dan suaminya sebelumnya sama sekali tidak saling mengenal. Sebelum menjalani taaruf ini, dia juga pernah menjalani proses pacaran seperti kebanyakan anak muda lainnya.

“Saya pernah pacaran. Tapi basically ya itu jelas hukumnya pacaran nggak boleh. Kalau belum pernah melakukan ya jangan. Kalau sudah ya cepat-cepat dievaluasi, orangnya benar atau nggak.

Kalau bener ya langsung di followup ke yang jenjang yang diatur secara agama, langsung khitbah atau lamaran dan menikah. Dan jika memang bukan orangnya dia, ya putusin aja, sesuai apa yang memang harus dilakukan,” ujar Amaliah

Setelah tidak lagi menjalani pacaran, Amaliah memutuskan fokus memperdalam ilmu agama. Dia mengikuti kajian dan banyak berdoa agar bisa mendapatkan jodoh yang baik.

Wanita lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia itu juga sampai melepaskan kesempatan kuliah di luar negeri karena belum memiliki pendamping. Dia pun menjelaskan alasannya kenapa sampai merelakan kesempatan kuliah di luar negeri tersebut

Aku memang nggak terlalu tertarik untuk menikah cepat dari dulu. Jadi kepengin ini dulu, itu dulu. Which is sebenernya harus aku akui itu kurang tepat juga karena wanita dalam Islam itu selalu butuh mahram.

Jadi either ayah, saudara laki-laki, atau suami, kan kodratnya kita harus berpasangan. Makanya itu aku lepas kesempatan untuk kuliah itu. Padahal kampus dan jurusannya bagus banget. Aku berdoa saja mudah-mudahan satu yang aku lepaskan, nanti Allah akan gantiin lagi. Terus nggak lama jodohnya datang,” tuturnya.

Halaman 1 2

Berita Terkait
close